Pemain Persebaya Belum Mau Main Lawan Persibo

Pemain Persebaya Belum Mau Main Lawan Persibo
bolaliar.com. berita bola--Angin segar sempat yang sempat berhembus ke Persebaya ternyata hanya numpang lewat. Sebab, kondisi tim yang bermarkas di Karanggayam ini kembali tak jelas. Kini, para pemmain menuntut manajemen membayar 50 persen gaji bulan April dan gaji bulai Mei secara tunai. Bila itu tak dilakukan, mereka mengancam tak akan bertanding lawan Persibo Bojonegoro.

Salah satu pemain senior di Persebaya, Jefri Prasetyo dalam teleconference dengan para jurnalis, Sabtu (25/5) sore mengatakan, para pemain diminta tetap tanding lawan Persibo, Minggu (26/5) besok. Mereka juga dijanjikan mendapat uang saku sebesar Rp 2.5 juta per pemain. Namun tawaran itu tak serta merta diterima para pemain.

"Pak Cholid Goromah minta main dengan catatan dikasih uang Rp 2.5 juta per pemain. Tapi anak-anak minta komitmen sesuai dengan pertemuan terakhir. Kalau manajemen tidak mau membayar gaji selama satu setengah bulan, kita tidak mau main," ungkap Jefri.

Manajemen pun kembali dideadline hingga, Minggu pagi. "Kalau dibayar besok pagi, kita siap. Asalkan itu tadi, satu setengah bulan. Kalau tidak ada keputusan sampai sekarang, ya kita bubar selamanya, Mas," gertak Jefri.

Menurut mantan penggawa Persik Kediri ini, para pemain sudah capek karena selalu mendapat janji kosong dari manajemen.
 
"Kalau memang ada uang Rp 2.5 juta ke pemain, kenapa tak bicarakan sebelum kita mogok latihan, sebelum kita putuskan bubar, Kamis lalu?" tanya Jefri.

"Kalau waktu itu manajemen datang dan bilang kalau ada uang Rp 2.5 juta, mungkin kita akan pikirkan lagi karena itu membuktikan bahwa mereka ada iktikad baik dan keseriusan untuk memperhatikan kita," imbuh bek berusia 32 tahun ini.

Kini, meski manajemen sudah menawarkan uang saku Rp 2.5 juta, para pemain tetap tak mau. Sebab mereka tetap memegang teguh komitmen pada putusan bersama, yakni manajemen harus membayar gaji selama satu setengah bulan.

"Kurang apa sih loyalitas pemain ke Persebaya. Sebelum-sebelumnya tidak ada omongan pun kita tetap latihan. Terakhir manajemen janji setelah tanggal 19 Mei dibayar 50 persen. Lalu setelah tanggal 26 Mei dibayar 50 persen lagi," jelas Jefri.

"Tapi setelah tanggal 19 Mei tidak ada omongan, tidak ada pertemuan. Sampai kita tunggu nunggu hari Kamis. Kita tunggu dari pagi sampai sore, tetap tidak ada pertemuan," lanjutnya.

Jefri menambahkan, andai saja pertemuan, Kamis (23/5) kemarin lusa dihadiri oleh manajemen, bakal lain ceritanya.
 
"Seandainya waktu itu ada iktikad baik, pengurus datang lah. Kan enak. Tapi mereka tidak datang. Itu mungkin menjadi puncak kekecewaan teman-teman. Intinya, kalau kita diajak pertemuan lagi jelas tidak mau. Diajak main pun berat," tegasnya.

Pemilik nomor punggung 5 ini menegaskan, apa yang dilakukan ini adalah buah keputusan bersama dari pemain, pelatih dan seluruh elemen di tim. "Kita seperti ini bukan kemauan dari pelatih atau satu dua pemain belaka. Tapi ini komitmen bersama. Ini keputusan dari semua," pungkasnya. 
 
sumber: beritajatim.com 

Dipost Oleh Super Administrator

No matter how exciting or significant a person's life is, a poorly written biography will make it seem like a snore. On the other hand, a good biographer can draw insight from an ordinary life-because they recognize that even the most exciting life is an ordinary life! After all, a biography isn't supposed to be a collection of facts assembled in chronological order; it's the biographer's interpretation of how that life was different and important.

Post Terkait

Tinggalkan Komentar