Ferdinand Sinaga Legowo Terima Sanksi Komdis

Ferdinand Sinaga Legowo Terima Sanksi Komdis
Bolaliar.com. berita bola—Striker Persisam Putra Samarinda Ferdinand Sinaga, mengaku legowo terhadap sanksi yang dijatuhkan Komdis PSSI kepadanya. Mantan pemain Semen Padang itu menilai hukuman itu memang layak diberikan kepadanya. 

“Saya legowo menerima sanksi dari Komdis PSSI dan saya tidak akan banding. Justru saya melihatnya, sanksi itu layak untuk saya dan menandakan bahwa persepakbolaan Indonesia sudah sesuai dengan aturan. Saya khilaf dan terlalu emosi,” ungkap Ferdinand.
 
Seperti diketahui Komdis PSSI telah menjatuhkan hukuman kepada Ferdinand berupa dua kali larangan bermain plus denda Rp. 50 juta, setelah bertingkah laku buruk saat Persisam menjamu Persiwa Wamena, 13 Maret lalu.

Ferdinand memang harus menelan pil pahit mendapat sanksi dari Komdis. Dirinya yang sebenarnya tidak ikut bertanding, dianggap bertingkah laku buruk dan memicu keributan dalam laga yang berakhir, 0-2, untuk keunggulan keunggulan tim tamu.
 
“ Saya akui saya salah dan menyebabkan terjadinya keributan saat pertandingan berlangsung. Saya sudah akui kalau prilaku saya itu buruk. Dengan kejadian ini, bukan hanya saya yang rugi. Tapi, tim dimana saya bermain pun menuai kerugian dari prilaku saya itu,” aku Ferdinand.
 
Penyerang berusia 24 tahun itu pun berharap, apa yang dilakukannya tidak dicontoh para pemain lainnya. Karena jika hal-hal tersebut terus terjadi, akan merusak persepakbolaan Indonesia.
 
“Untuk pemain lainnya, jangan meniru apa yang saya lakukan dan pemain lainnya yang mendapatkan sanksi. Cukup saya saja. Sepakbola kita sudah sesuai aturan jadi tidak ada gunanya kita memicu keributan saat pertandingan,” tutup Ferdinand.

Dipost Oleh Super Administrator

No matter how exciting or significant a person's life is, a poorly written biography will make it seem like a snore. On the other hand, a good biographer can draw insight from an ordinary life-because they recognize that even the most exciting life is an ordinary life! After all, a biography isn't supposed to be a collection of facts assembled in chronological order; it's the biographer's interpretation of how that life was different and important.

Post Terkait

Tinggalkan Komentar