• Home
  • Leader
    • Sub Leader
    • Very Sub Leader
  • Staff
  • Subscribe
  • Email
    • Gmail
    • Yahoo
  • lorem ipsum

City Jawara Liga Inggris, Guardiola: Ini Gelar Tersulit Bagi Saya

Donay Leandro • 13 Mei 2019

City Jawara Liga Inggris, Guardiola: Ini Gelar Tersulit Bagi Saya  Pep Guardila saat mengangkat trofi juara Liga Primer Inggris 2018/19 (Foto: Toby Melville/Reuters)

Bolaliar.com. berita bola – Manchetser City akhirnya keluar sebagai jawara Liga Primer Inggris dua kali secara beruntun. Setelah musim lalu The Citizen kembali sukses mempertahankan gelar pada musim 2018/19. Kemenangan 4-1 atas Brighton and Hove Albion, Ahad (12/5) malam WIB menuntaskan persaingan mereka dengan Liverpool untuk mendapatkan yang terbaik musim ini.

Manajer City, Pep Guardiola sangat bersuka cita menyambut keberhasilan yang diraih anak asuhnya ini. Menurutnya mempertahankan gelar Liga Primer Inggris adalah hal yang luar biasa karena ini pencapaian tersulit dari sembilan gelar liga sepanjang kariernya.

 

City sempat kecolongan terlebih dahulu, sebelum akhirnya mampu membalikkan kedudukan lewat gol-gol dari Sergio Aguero, Aymeric Laporte, Riyad Mahrez, dan Ilkay Gundogan.

 

style="text-align: justify;">Sebagai catatan City meraih 14 kemenangan secara beruntun untuk menyegel gelar ini. Mereka unggul satu poin atas Liverpool, yang di pertandingan lain menang 2-0 atas Wolverhampton Wandereres.

 

"Ini adalah liga tersulit yang saya menangkan, Liga Primer Inggris, Jerman, dan Spanyol, itu adalah yang tersulit yang kami menangkan," ujar Guardiola dikutip dari Goal.com, usai pertandingan.

 

"Saya tidak akan menyangkal ini melelahkan, tapi kemenangan sangat membuat ketagihan dan kini kami memiliki peluang untuk memenangkan Piala FA dan treble."

 

Menurut Guardiola, timnya harus lebih kuat di musim mendatang.

 

"Kami harus membuat keputusan untuk musim mendatang dengan kembali lebih kuat. Liverpool akan mempertahankan, jadi kami harus lebih baik," ujar pelatih asal Spanyol itu lagi.

 

"Orang-orang yang kompetitif tidak pernah puas, itu tidak akan pernah cukup. Kami menginginkan yang lebih."