BolaLiar, Jakarta – Kenyataan pahit harus diterima Andriy Shevchenko dkk. Obsesi Ukraina tampil di Piala Dunia 2010 kandas di kaki Yunani. Siapa penghancur mimpi Sheva Cs? Yup…dia adalah Dimitris Salpigidis yang mencetak gol semata wayang ke gawang yang dikawal Andrei Piatov.
Hampir bisa dipastikan, penggemar sepakbola dunia tak banyak tahu tentang Salpigidis. Apa lagi kalau bukan lantaran dia tak bermain di liga populer di Eropa. Pemain kelahiran Thessaloniki, Yunani, 18 Agustus 1981 ini sekarang bermain di klub Panathinaikos sejak 2006 dengan peran sebagai striker.
Salpigidis memulai karier dalam sepak bola ketika dia masuk tim yunior FC PAOK (1999-2006). Melihat Salpigidis punya talenta yang bagus dan untuk menempanya, tim segera meminjamkan dia ke klub Larissa (1999-2000) dan FC Kavala (2000-2002). Status dia sebagai pemain pinjaman di Kavala berjalan dua musim berturut-turut dan menjadi pencetak gol terbanyak di Divisi Dua Yunani. Salpigidis kembali ke FC PAOK senior pada 2002 atas permintaan mentornya, Angelos Anastasiadis.
Di FC PAOK Salpigidis memperlihatkan tekad kuat dan kerja keras, kendati bermain di luar posisi sebagai gelandang kanan. Dia berhasil mendapatkan tempat dalam start-up, hanya beberapa bulan setelah kembali. Pada musim kompetisi berikutnya, klub dihantam kiris keuangan dan pemain andalannya eksodus. Striker Ioannis Okkas dan mantan pemain Newcastle United yang produktif, Giorgos Georgiadis, juga hengkang.
Seketika Salpigidis yang menginjak 21 tahun, tidak hanya mendapat kesempatan menjadi striker, pula memperoleh kepercayaan mengenakan ban kapten. Musim kompetisi liga Yunani 2003-2004 dia membuktikan sebagai pemain terbaik klub dan megantarkan FC PAOK ke posisi tiga. Dan, berhak ikut babak kualifikasi Liga Champions. Bagi FC PAOK Salpigidis aset paling berharga.
Lantaran begitu berartinya Salpigidis, FC PAOK minta izin agar pemainnya itu tidak memperkuat tim Olimpiade Yunani 2004. Karena, dia harus memperkuat klub dalam kualifikasi Liga Champions melawan Maccabi Tel Aviv. Tapi, FC PAOK kandas di kaki klub Israel itu. Menyusul berhentinya pelatih Anastasiadis dan krisis keuangan yang dialami klub Salpigidis hengkang kurang dari 2 tahun kemudian. Bersama FC PAOK dia mencetak 50 gol dari 103 pertandingan.
Berlabuh di Panathinaikos
Pada musim panas 2006, Presiden FC PAOK, Giannis Goumenos, sangat butuh uang tunai. Salpigidis pun secara terbuka diburu Olympiakos, AEK dan Panathinaikos. Karena afiliasinya dengan FC PAOK Thessaloniki, Salpigidis menolak tawaran rival utamanya, Olympiakos. Padahal klub ini paling menguntungkan di antara tiga kesebelasan tersebut. Pada 16 Agustus, setelah negosiasi yang panjang, dia setuju menandatangani kontrak empat tahun dengan Panathinaikos.
Salpigidis dibeli dengan nilai transfer 1,8 juta Euro plus tambahan tiga pemain; Sandor Torghelle, Kostas Chalarambidis dan Athanasios Tsigas. Tiga pemain ini diperkirakan mencapai 5 juta Euro. Pada 20 Agustus 2006, dalam debutnya bersama Panathinaikos di Liga Super, dia mencetak hat-trick sehingga timnya menang 4-1 melawan Aigaleo.
Hingga sekarang Salpigidis sudah tampil 33 kali bersama timnas Yunani dan menyumbang tiga gol. Termasuk gol semata wayang yang memenangkan Yunani atas Ukraina sehingga lolos ke Piala Dunia 2010 di Afsel.




.png)
.png)
.png)