
BolaLiar, Rio – Siapapun tak bakal menyangkal—kecuali yang masih hobi mabuk—mengkonsumsi minuman beralkohol berlebihan tak ada gunanya. Hilang uang dan kesehatan terganggu. Belum kerugian sosial. Bahkan karenanya, Adriano kehilangan kariernya di liga Seri A.
Mantan bintang Inter Milan tersebut mengaku, ia harus meninggalkan Nerazzurri karena masalah alkohol. Pemain asal Brazil ini menyudahi kontraknya dengan Inter lewat kesepakatan bersama pada April, setelah delapan tahun merumput di San Siro. Akhirnya, Adriano kembali ke tanah airnya dan bergabung dengan Flamengo. Pria berusia 27 tahun ini sekarang merasa seperti orang baru.
"Setelah kematian ayah, saya jatuh depresi dan yang bisa menyembuhkannya hanya alkohol. Waktu itu saya merasa bahagia ketika sedang minum dan tidak pernah berhenti. Saya tiap malam keluar rumah (dugem) dan minum apa pun yang kebetulan ada di depan saya: anggur, wiski, dan bir...bir yang banyak,” aku dia.
Adriano sadar, hal itu merenggut segala yang telah dipunyainya. Uang dan karier lenyap. Ada lagi yang sangat substansial. "Saya kehilangan banyak uang demi kebahagiaan (sesaat) itu. Orang-orang berpikir bahwa itu adalah kegilaan yang melenyapkan kontrak bernilai jutawan yang telah saya buat. Tapi, sebenarnya ada yang tak tergantikan dan tidak akan ada jumlah uang untuk yang cukup untuk mengkompensasinya, yaitu keluarga,” urainya.
Berangkat Latihan dalam Keadaan Mabuk
Saat di Inter Adriano memiliki masalah di Italia dan kariernya sering dipertanyakan terkait penampilannya yang buruk di lapangan. Pada September 2007, dia dipulangkan ke Brazil oleh Inter dan merasa tidak senang. Dirinya bergabung dengan Sao Paulo dengan status pinjaman selama enam bulan sebelum kembali ke Italia.
Diberitakan, suatu saat Adriano dating ke tempat latihan dalam keadaan mabuk. Pemain nasional Brazil ini mengakui, itulah yang akhirnya membuat Nerazzurri menyerah.
"Saya setiap hari mengkonsumsi alkohol. Saya tidak bisa tidur, karena takut terlambat latihan, tapi pada akhirnya saya tiba dalam kondisi tidak siap dan sehingga mereka mengirim saya untuk tidur di rumah sakit. Nah mereka mengatakan pada pers bahwa saya mengalami masalah pada otot,” jelas Adriano.
Pemain bepostur besar ini mengaku, kembalinya ke Inter karena faktor Jose Mourinho. Tapi, lagi-lagi tergoda aroma alkohol dan keindahan perempuan. "Saya kembali ke Inter karena (Jose) Mourinho, tapi ternyata itu tidak cukup. Saya mulai lagi dengan pesta-pesta, perempuan dan alkohol. Klub tidak mau menerima situasi dan menyerah serta menuntut saya memasuki fase pemulihan. Saya waktu itu marah pada Mourinho, yang berdebat dengan beberapa direktur dalam upayanya meyakinkan mereka agar saya diobati," kisah Adriano panjang-lebar.




.png)
.png)
.png)