BolaLiar, Malang – Masalah krusial dan klasik kembali merongrong klub peserta Liga Super Indonesia. Kini krisis finansial mengancam Arema Indonesia. Dana yang mereka miliki saat ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional kompetisi dan gaji pemain hingga Maret 2010.
Hal tersebut disampaikan Bendahara Yayasan Arema Indonesia, Rendra Kresna, Kamis (11/3). Kucuran dana dari PT Bentoel yang menjadi sponsor utama tim berjuluk Singo Edan sebesar Rp7,5 miliar itu akan habis pada akhir Maret. "Untuk biaya operasional dan gaji pemain pada bulan-bulan berikutnya, manajemen harus mencari dana sendiri. Jika manajemen tidak mampu menggali dana secara mandiri, pemain terancam tidak akan gajian," ungkap Rendra yang juga Wakil Bupati Malang itu.
Menurut dia, pendapatan yang sudah ada di depan mata dan bisa diraih Arema adalah dari hasil penjualan tiket enam laga kandangnya. Mereka akan menjamu Persela Lamongan, Pelita Jaya, Persijap Jepara, Persitara Jakarta Utara, Persisam Samarinda, dan Bontang FC.
Namun, sambung Rendra, pemasukan dari enam laga kandang tersebut masih belum mampu menutup kebutuhan biaya operasional dan gaji pemain di bulan-bulan berikut. Kebutuhan mereka hingga kompetisi berakhir diperkirakan mencapai Rp 6 miliar. Itu pun dengan pengandaian kompetisi berjalan sesuai jadwal.
Total biaya yang dibutuhkan Arema Indonesia untuk melakoni seluruh rangkaian kompetisi sekitar Rp 20 miliar. Berbagai upaya telah dilakukan manajemen Arema Indonesia untuk mendapatkan dana guna membiayai kompetisi selama satu musim di antaranya bekerjasama dengan toko-toko souvenir dan atribut khas Arema dan menggandeng Telkom Fleksi. Bahkan, para wartawan peliput olah raga juga ikut menggalang dana melalui aksi Save Arema dengan melelang beberapa barang milik pemain Arema dan foto bareng pelatih dan pemain Arema yang dikenakan biaya sebesar Rp 50 ribu per foto.




.png)
.png)
.png)