Sammer Desak Bayern Menangi "Treble" Bersejarah

Sammer Desak Bayern Menangi
Berlin (AFP/ANTARA) - Direktur olahraga Bayern Munich Matthias Sammer meminta sang juara Liga Champions untuk menuliskan nama mereka dalam buku-buku sejarah ketika mereka berupaya menjadi tim Jerman pertama yang memenangi "treble" pada final Piala Jerman Sabtu ini.

Setelah menjuarai Liga Jerman dengan rekor peraihan 91 angka dan mengangkat trofi Liga Champions di Wembley Sabtu silam, Bayern menghadapi VfB Stuttgart di Berlin dengan tekad mengunci "treble" yang belum pernah diraih sebelumnya.

"Ini adalah kesempatan bersejarah dan kami harus merengkuhnya," kata Sammer.

"Ini lebih dari sekedar final."

Dengan diperkirakan 74.244 penonton akan memadati Stadion Olympic Berlin, sang juara Eropa menjadi favorit atas Stuttgart, yang mereka kalahkan 6-1 di kandang dan 2-0 saat tandang pada liga musim ini.

Setelah pertandingan final, Bayern akan mengucapkan selamat jalan kepada pelatih Jupp Heynckes, yang mengundurkan diri setelah dua tahun melatih di sana untuk digantikan Pep Guardiola, dan mereka ingin melakukannya sebagai tim Jerman pertama, dan tim Eropa ketujuh, yang memenangi tiga gelar dalam semusim.

"Kami ingin memenangi trofi ini untuk dia," tegas wakil kapten Bayern Bastian Schweinteiger di saat Bayern mengincar kemenangan ke-45 mereka dari 53 pertandingan musim ini.

"Stuttgart akan mengatakan apapun mungkin dalam satu pertandingan dan mereka benar, namun jika kami mengeluarkan potensi kami, akan sulit untuk mengalahkan kami."

Pelatih Stuttgart Bruno Labbadia, yang merupakan mantan pemain Bayern, menyindir dengan berkata, "Kami mempertimbangkan apakah kami sebaiknya berkompetisi saja," namun seperti yang disebutkan pelatih timnas Jerman Joachim Loew "favorit tidak otomatis menjadi pemenang."

Labbadia menyebut Stuttgart, yang finis di peringkat ke-12 di liga, sebagai "kendaraan bermesin kecil" dibanding Bayern "Mercedes-Benz" namun ketua Bayern Karl-Heinz Rummenigge meminta timnya tetap waspada.

"Kami tidak boleh membiarkan diri kami melakukan kesalahan dengan meyakini bahwa piala ini telah dimenangi," kata Rummenigge.

"Stuttgart tidak akan mengibarkan bendera putih, mereka justru akan melakukan segalanya."

Rummenigge memprovokasi Stuttgart pada pidatonya setelah Bayern meraih kemenangan di Wembley dengan berkata bahwa timnya dapat merayakan keberhasilan ini dengan besar-besaran, sebab mereka dapat mengalahkan Stuttgart dalam kondisi setengah mabuk di final Piala Jerman.

Direktur olahraga Stuttgart Fredi Bobic menyebut pernyataan itu sebagai "tidak memiliki rasa hormat," namun Labbadia memilih tidak melakukan serangan balik dengan berkata "sudah cukup sirkus tanpa perlu perang kata-kata yang disengaja."

Bayern tiba di Berlin tanpa sepasang pemain Brazil Dante dan gelandang bertahan Luiz Gustavo, yang dipanggil oleh negaranya untuk bermain di pertandingan persahabatan melawan Inggris pada Minggu dan Piala Konfederasi 15 sampai 30 Juni.

"Kami akan melemparkan semua yang kami miliki ke panci untuk dua pemain itu," tambah Rummenigge dengan nada mengancam.(rr)

Dipost Oleh Super Administrator

No matter how exciting or significant a person's life is, a poorly written biography will make it seem like a snore. On the other hand, a good biographer can draw insight from an ordinary life-because they recognize that even the most exciting life is an ordinary life! After all, a biography isn't supposed to be a collection of facts assembled in chronological order; it's the biographer's interpretation of how that life was different and important.

Post Terkait

Tinggalkan Komentar