Persidafon Siap Tekuk PSPS Di Papua

Persidafon Siap Tekuk PSPS Di Papua
Bolaliar.com. berita bola—Duel dua tim papan bawah, Persidafon Dafonsoro kontra PSPS Pekanbaru di stadion Barnabas Youwe, Jayapura, Rabu (22/5) sore WIT,  diprediksi bakal bejalan menarik. 

Kedua tim penghui papan bawah ini pasti akan bermain ngotot untuk meraih poin guna memperbaiki peringkat. Saat ini kedua tim sama sama baru mengoleksi 14 poin dari 19 laga, namun karena Persidafon unggul selisih gol mereka setingkat lebih baik di urutan ke 17, sementara PSPS terbenam di posisi buncit. 
 
Tampil di hadaan pendukung sendiri tentu tidak akan disia siakan oleh tim Gabus Sentani untuk menekuk Asykar Batuah. Apalagi sang tamu saat ini sedang mengalami krisis keuangan pasti akan berpengaruh pada perminan tim.
 
Pelatih Persidafon Dafonsoro, Erenst Pahelerang mengatakan bahwa timnya siap bertempur guna mendapatkan tiga poin. "Seluruh pemain kami siap dimainkan. Tidak ada yang cedera atau akumulasi kartu kuning, termasuk tujuh pemain baru. Hanya satu pemain asing baru saja yang masih menunggu pengesahan dari BLI untuk dimainkan, yaitu Ndiaye Pape Latyr asal Senegal. Pape merupakan mantan striker PSPS," kata Erenst seperti dilansir Berita Kota Super Ball (Tribunnews.com Network).

"Pada laga nanti, saya akan menggunakan formasi 3-5-2. Saya meminta anak-anak untuk menyerang dari awal pertandingan. Seluruh pemain harus mampu mencetak  gol lebih dulu," ucap Erenst.

Sementara itu pelatih PSPS Pekanbaru, Afrizal Tanjung mengatakan, pihaknya akan berusaha meladeni Persidafon. "Dengan kondisi yang tidak bagus, kami akan berusaha tampil habis-habisan untuk bisa mencuri poin. Kami juga membutuhkan poin untuk keluar dari zona degradasi," katanya.

Dipost Oleh Super Administrator

No matter how exciting or significant a person's life is, a poorly written biography will make it seem like a snore. On the other hand, a good biographer can draw insight from an ordinary life-because they recognize that even the most exciting life is an ordinary life! After all, a biography isn't supposed to be a collection of facts assembled in chronological order; it's the biographer's interpretation of how that life was different and important.

Post Terkait

Tinggalkan Komentar