Nasib Tak Jelas, Pemain Persebaya Ancam Bubar

Nasib Tak Jelas, Pemain Persebaya Ancam Bubar
bolaliar.com. berita bola--Suasana kamar ganti Persebaya 1927 memanas. Penyebabnya, para pemain gagal bertemu dengan Komisaris Utama PT Persebaya Indonesia, Saleh Ismail Mukadar, Rabu (22/5) sore. Kini, para pemain mengancam akan hengkang bila Saleh dan manajemen tak memberi jaminan atas kelangsungan tim Persebaya.

Rencananya, para pemain meminta bertemu dengan Saleh, Rabu sore. Namun yang bersangkutan masih berada dalam perjalanan dari Batam ke Surabaya. “Tadi, Pak Saleh Mukadar masih transit di Jakarta,” ucap pelatih kepala Persebaya, Ibnu Grahan.

Sebagai gantinya, para pemain hanya berhasil menemui manajer Saleh Hanifah yang kebetulan hadir dan menyaksikan Persebaya uji coba lawan Surabaya Football Club (SFC), Rabu sore di Lapangan Karanggayam.

Usai uji coba itu, terjadi pertemuan di lantai dua Mess Persebaya. Sumber di Bajul Ijo menyebut, pertemuan antara Saleh Hanifah sebagai wakil manajemen dan tim, berlangsung panas. Saleh Hanifah dikabarkan menjadi sasaran kekecewaan pemain.

Intinya, para pemain meminta untuk bertemu dengan Saleh Mukadar. “Kami ingin meminta kejelasan dan jaminan soal nasib kami di Persebaya,” terang salah satu pemain yang mewanti-wanti agar namanya tak disebutkan.
 
Sayangnya, aspirasi para pemain tak tersalurkan sepenuhnya karena gagal bertemu dengan Saleh Mukadar. Mereka pun mendeadline Saleh hingga, Kamis (23/5). “Kita tunggu Pak Saleh Mukadar sampai Kamis. Kalau tidak datang, ya bubar, Mas,” tegas pemain itu.
 
Bila ancaman para pemain itu benar-benar terjadi, maka Persebaya terancam gagal menggelar pertandingan lawan Persibo Bojonegoro, Minggu (26/5/2013) mendatang. Kemungkinan terparahnya, Persebaya terancam tak akan melanjutkan kompetisi Indonesian Premier League (IPL).
 
sumber: beritajatim.com 

Dipost Oleh Super Administrator

No matter how exciting or significant a person's life is, a poorly written biography will make it seem like a snore. On the other hand, a good biographer can draw insight from an ordinary life-because they recognize that even the most exciting life is an ordinary life! After all, a biography isn't supposed to be a collection of facts assembled in chronological order; it's the biographer's interpretation of how that life was different and important.

Post Terkait

Tinggalkan Komentar