Hukuman Pieter Romaropen Diperingan Komding PSSI

Hukuman Pieter Romaropen Diperingan Komding PSSI
bolaliar.com. berita bola--Pemain Persiwa Wamena Pieter Romaropen pantas berbesar hati. Pasalnya, hukuman larangan seumur hidup tak boleh bermain bola oleh Komdis PSSI akhirnya mendapat keringanan dari Komisi Banding (Komding) PSSI. 
 
Komding PSSI memperingan sanksi seumur hidup Pieter Romaropen menjadi satu tahun dilarang aktif di sepakbola nasional, dan denda Rp100 juta.

“Kami memberikan ampunan kepada Pieter Romaropen dengan memberikan sanksi larangan aktif di sepakbola nasional selama satu tahun, dan denda sebesar Rp100 juta,” ujar ketua Komding Muhammad Muhdar.

“Kami mempertimbangkan faktor usia dan ekonomi. Dia sudah memasuki masa senja di sepakbola. Selain itu, dia juga menjadi tulang punggung keluarga dengan hidup dari sepakbola. Itu alasan utamanya.”

“Denda Rp100 juta dibebankan kepada pemohon banding, yakni Persiwa Wamena. Pembayaran denda paling lambat 30 hari setelah keputusan dijatuhkan. Jika tidak, maka status pemain menjadi ilegal.”
 
Seperti diketahui, komisi disiplin (Komdis) memberikan sanksi seumur hidup kepada Romaropen akibat perbuatannya yang memukul wasit ketika berhadapan dengan Pelita Bandung Raya dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2012/13.

Manajemen Persiwa kemudian mengajukan banding untuk memperingan hukuman pemain berusia 29 tahun itu, dan Komding hari ini menggelar rapat membahas masalah tersebut. Komding menggunakan hak prerogratif seperti yang tercantum di pasal 89 kode disiplin PSSI.

Dipost Oleh Super Administrator

No matter how exciting or significant a person's life is, a poorly written biography will make it seem like a snore. On the other hand, a good biographer can draw insight from an ordinary life-because they recognize that even the most exciting life is an ordinary life! After all, a biography isn't supposed to be a collection of facts assembled in chronological order; it's the biographer's interpretation of how that life was different and important.

Post Terkait

Tinggalkan Komentar