FIFA Umumkan Sanksi Lebih Keras untuk Rasisme

FIFA Umumkan Sanksi Lebih Keras untuk Rasisme
Port Louis (AFP/Antara) - Kongres FIFA di Mauritius pada Jumat menyetujui sebuah resolusi yang akan memberikan sanksi lebih keras dalam kasus rasisme, termasuk pemotongan poin dan bahkan degradasi untuk pelanggaran yang terjadi berulang kali.

Kongres sangat mendukung resolusi, dengan 204 suara mendukung dan hanya satu yang tidak setuju.

"Untuk pelanggaran pertama atau pelanggaran kecil, peringatan, denda dan atau memerintahkan untuk bermain tanpa penonton adalah hukuman yang cukup," bunyi isi teks satuan tugas FIFA melawan rasisme.

"Untuk pelanggaran berulang atau pelanggaran serius, pengurangan poin, dikeluarkan dari kompetisi atau degradasi adalah hukuman yang direkomendasikan," tambah resolusi tersebut.

"Setiap orang (pemain, ofisial, wasit dll) yang melakukan suatu pelanggaran harus dilarang bermain setidaknya selama lima pertandingan, termasuk dilarang memasuki stadion."

Citra sepakbola telah dinodai oleh beberapa insiden rasisme di masa lalu, dari rasisme oleh striker Liverpool Luis Suarez kepada bek Manchester United Patrice Evra pada Oktober 2011 hingga keputusan gelandang AC Milan Kevin-Prince Boateng untuk keluar dari lapangan setelah pelecehan terhadapnya selama pertandingan persahabatan pada bulan Januari tahun ini.

Presiden FIFA Sepp Blatter mendesak Kongres untuk "memperingatkan kepada pihak-pihak rasis bahwa waktu mereka sudah habis".

"Ada bebrapa peristiwa tidak menyenangkan tahun ini yang telah menimbulkan pandangan negatif atas sepak bola dan seluruh masyarakat," katanya.

"Saya berbicara tentang politik kebencian. Rasisme, kebodohan, diskriminasi, intoleransi dan prasangka picik. Itu tidak beradab, bermoral dan merusak diri sendiri dan itu adalah sesuatu yang kita benci."(nm/da)

Dipost Oleh Super Administrator

No matter how exciting or significant a person's life is, a poorly written biography will make it seem like a snore. On the other hand, a good biographer can draw insight from an ordinary life-because they recognize that even the most exciting life is an ordinary life! After all, a biography isn't supposed to be a collection of facts assembled in chronological order; it's the biographer's interpretation of how that life was different and important.

Post Terkait

Tinggalkan Komentar