Dua Kelompok Suporter PSIS Siap Tanpa Atribut

Dua Kelompok Suporter PSIS Siap Tanpa Atribut
Bolaliar.com. berita bola—Dua kelompok suporter PSIS Semarang yakni Panser Biru dan Snex menyatakan kesiapannya untuk tidak beratribut dalam mendukung PSIS saat menjamu Persip Pekalongan di Stadion Jatidiri Semarang, Sabtu (1/6).
 
“Kami sudah melakukan pertemuan dengan korwil-korwil untuk sosialisasi kesepakatan itu dan kita memang harus menyikapi secara bijaksana kesepakatan tersebut,” kata Ketua Suporter Panser Biru Mario Baskoro. 
 
Tidak memakai atribut tersebut sebagai hasil kesepakatan kedua suporter dengan Plt Wali Kota Semarang dan jajaran Muspida Kota Semarang pascatragedi bentrokan suporter dengan warga Godong usai PSIS melawan Persipur Purwodadi beberapa waktu lalu.
 
“Kita akan tunjukkan kepada semua pihak bahwa suporter tidak selamanya susah diatur atau suka tawuran. Tapi kita bisa menjadi suporter yang bermartabat, kreatif walaupun tanpa atribut karena tujuan utama kami adalah mendukung PSIS secara positif,” lanjut Baskoro.
 
Sementara itu, ketua Snex Rendra Kumara juga menyatakan hal yang sama. “Kami juga telah sepakat untuk sementara meninggalkan atribut selama memberikan dukungan terhadap PSIS di Stadion Jatidiri Semarang.
 
Ia mengakui, selama ini kemungkinannya memang susah tetapi dirinya telah mensosialisasikan kepada anggotanya untuk tidak mengenakan atribut terlebih dulu dan semua sudah mengerti. “Yang jelas kita tetap solid mendukung PSIS,” katanya.
 
Pada laga kandang saat melawan Persip Pekalongan lusa, panpel telah menyiapkan petugas khusus yang akan dibantu perwakilan dari kelompok suporter untuk mengimbau mereka menanggalkan atributnya.

Dipost Oleh Super Administrator

No matter how exciting or significant a person's life is, a poorly written biography will make it seem like a snore. On the other hand, a good biographer can draw insight from an ordinary life-because they recognize that even the most exciting life is an ordinary life! After all, a biography isn't supposed to be a collection of facts assembled in chronological order; it's the biographer's interpretation of how that life was different and important.

Post Terkait

Tinggalkan Komentar